Pada tulisan kali ini saya akan membuat
artikel yang berisikan bahasan mengenai sikap menghargai waktu. Menurut saya,
waktu adalah sebuah jalan hidup yang dimana kita tidak dapat kembali ke waktu
yang lalu maupun mendatangi waktu yang akan datang. Kita hanya bisa bergerak
seiring dengan waktu berjalan.
Karena itu lah waktu merupakan hal yang
paling berharga, kenapa berharga? Karena waktu tidak dapat dibeli oleh materi,
karena kita tidak bisa mengulangi waktu yang sudah kita lewati, dan karena kita
tidak tau waktu yang akan datang itu seperti apa.
Jarum jam tidak dapat berputar kearah
sebalik nya, maka itu hargai lah waktu sebelum kita menyesalinya. Apabila kita
bisa menghargai waktu saya yakin orang lain pun akan menghargai kita, kenapa?
Karena jika kita menghargai waktu, pandangan orang lain pun akan beda, mereka
akan memandang kita sebagai seorang yang rajin, ulet dan lain sebagai nya.
Dengan menghargai waktu pun kita tidak akan
tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu, karena segala hal kita kerjakan pada
waktu nya. Selain itu waktu pun bisa membuat kita belajar hidup teratur dan
terstruktur, kenapa? Karena dengan menghargai waktu, kita akan menjadwal dan
menstruktur segala kegiatan kita dalam sehari, seminggu, sebulan, setahun atau
selamanya.
Kenyataan yang sering terjadi di
kehidupan kita adalah lestarinya budaya jam karet. Apa itu jam karet? Jam karet
adalah waktu yang elastis/mulur/molor seperti karet. Dalam artian bahwa waktu
akan menjadi mundur dari yang sudah ditentukan. Misal waktu rapat ditentukan
jam 09.00, maka orang akan mulai berangkat jam 09.15 dan sampai tempat rapat
setengah jam kemudian, itu pun masih ada yang lebih telat lagi, sehingga rapat
benar-benar bisa dimulai pada pukul 10.30. bayangkan berapa jam yang terbuang
sia-sia? Satu setengah jam bukanlah merupakan waktu yang singkat. Dengan adanya
hal semacam ini, maka pekerjan yang seharusnya selesai akan molor dan tentunya
ini sangat merugikan.
Budaya terlambat semakin hari semakin
parah saja. Coba perhatikan anak-anak sekolah di daerah kalian. Bisakah kalian
hitung berapa jumlah mereka yang terlambat masuk sekolah? Tentu sangat banyak
jumlahnya. Hal ini terjadi karena kurang sadarnya mereka akan pentingnya
menghargai waktu. Mereka lebih suka menggunakan waktu untuk hal-hal yang kurang
penting dibandingkan dengan sekolah mereka.
Budaya-budaya itu semua tidak boleh
dibiarkan agar anak cucu kita tidak meniru hal buruk ini. Jangan sampai sikap
seperti ini dijadikan sebuah kepercayaan bagi mereka untuk mebudayakan
terlambat, jam karet, dan tidak menghargai waktu. Sudah saatnya kita untuk
menghentikan kebiasaan buruk tersebut. Langkah pertama yang harus kita lakukan
adalah berniat di dalam hati dan sadar bahwa sikap menghargai waktu merupakan
wajib dan harus kita semua lakukan mengingat begitu pentingnya waktu bagi
kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar